Friday, January 16, 2004

hidup bagiku

hidup adalah pilihan kata orang.
bagiku, hidup tak lebih dari perjalanan panjang
melewati cuaca dan musim, membaca peta
dalam badai, menjelajahi ribuan kalimat
dan hurufhuruf rindu.

di luar jendela, rantingranting beku dalam diam,
termenung diantara hirukpikuk kota. melafalkan
syahadat bersama riang burung yang bernyanyi.
warna yang biru, cahaya yang membusuk
termakan usia dan jarak dibakar sepi
dan airmata.

tak ada lagi hidup,
ketika seluruh benda dimakan makhluk
bernama maut.

Tuesday, January 13, 2004

sajadah rindu

hidup tak lebih berharga ketika aku sekarat
di atas sajadah rindu yang kau bentangkan.
nafsu dan keinginan adalah cinta yang mengalir
pada segumpal kerinduan, yang dibangun dalam
sepi, dimana aku menjelma kupukupu, terbang
menuju diammu yang biru.

“aku sudah renta berpuisi, tapi aku rindu!”
teriakmu pada tengah malam yang basah.

tak ada rindu yang terpaksa, sebab rindu itu
yang memaksaku menukar sepi dengan wajahmu.
membuat silouet kecemasan yang melintas pada
jendela dalam sebuah ruang batin yang masih
terkunci, menunggumu mengetuk pintu.

Friday, January 09, 2004

hidup adalah penantian

pagi yang terbakar di sudut ruang,
menghitamkan dindingdinding cahaya,
arang yang membeku dalam udara,
mengendapkan dingin dalam hati.

“apa yang terjadi, terjadilah!”
suara burung memenuhi langit
dengan gema dan gaung.

“hidup adalah penantian!” katamu
di satu malam, saat perbincangan berbagi
resah itu meletus dalam sunyinya
seorang lelaki.

mari kita bergulat dengan matahari!
hijau rumputan di belakang rumah,
masih menyimpan ribuan kisah
tentang hari esok dan lusa.

masih menanti.....:d

Tuesday, January 06, 2004

untukmu

rasa rinduku padamu adalah ribuan jarum
yang memburu ubunubun. begitu tajam,
menusuk, merasuk, menembus sampai
ke jantung

rasa cintaku padamu adalah kesadaran
yang dibangun pada pagi dan senja.
sebuah bentuk harapan dari seribu satu
keinginan

rasa yang kumiliki adalah hanya untukmu
**(4 someone yg jauh di sana)

Friday, January 02, 2004

2004

semua berubah. laksana aliran sungai
arus deras semakin jauh membawa kisah
kau dan aku telah melewati harihari
bersama derasnya arus rindu

di mimpi mana kita bertemu?
memburu peluk, melepas jarak
sebagai satusatunya kesedihan
yang berdiam dalam diri

menarilah kekasih! kita hapus segala luka
kita terjang seluruh badai
kita bercumbu pada gelombang pasang
tempat cinta dan rindu bersatu jadi hantu
menjadi satu dalam laju waktu

hari pertama di tahun baru
peluk aku dan ucapkan kalimat cinta
paling panjang yang kau punya.
Hadie's