Wednesday, May 12, 2004

Kepada Mereka Para Pejuang




Kawan,
Tatkala kita merujuk kepada perjalanan kehidupan Rasurullah, ada hamparan cakrawala maha luas yang terbentang sebagai tempat belajar yang tidak pernah menjemukan, apalagi membosankan.

Kawan,
Di sana ada gambaran konkrit tentang kerja yang beliau laksanakan dalam membangun puncak peradaban Islam.

Kawan,
Siapapun Engkau, kewajiban menyeru manusia jangan sebatas lisan, ini adalah hakekat kehidupan, karena uswah dan qudwah telah memberikan bukti konkrit dalam bentuk aktivitas, bukan terbatas pada lembaran sejarah, rangkaian kata, apalagi sekedar diskusi pada seminar dan simposium klasik seperti yang biasa kita lakukan.

Kawan,
Kerja mentarbiyah ummat tidak bisa dilakukan hanya dengan improvisasi. Ia adalah kerja besar yang menghajatkan adanya manhaj yang baku dan shahih, Al-Quran dan As-Sunnah adalah manhaj baku tersebut, yang mesti teraplikasi dalam segenap aspek kehidupan termasuk di dalamnya aspek pembinaan ummat.

Kawan,
Bentang cakrawala, tepis kemalasan, lepas belenggu dungu. Tunjukan semangat bagai singa membaja. Tidak ada lagi waktu untuk bermalas durja. Bawalah Islam membumbung tinggi
Dengan kepal tanganmu. Dalam setiap tarikan nafasmu.

Angin,
Sampaikanlah salamku kepada mereka para pejuang. Biar ku ikuti tapak kokoh kaki mereka. Walau lemah ku berjalan.

Malam,
Lerai lelap tidurku. Manjakan qalbu ku dengan munajat. Biar bicara bisu hati ku pada gelap malam. Walau berat air mata ku mengalir.

Embun,
Teteskanlah kesejukan iman ke dalam rongga dada ku. Biar dapat kupetik mawar Islam. Yang akan mengaharumkan taman hatiku. Walau nafas ku mulai tersenggal. Karena lelahnya ku berjalan.

Yesi Elsandra

Monday, March 29, 2004

mencarimu dalam nadiku

Aku kehilanganmu disaatsaat rindu mengetuk pintu hati
kucari jejak kakimu di setiap malam dalam kelam yang paling
dalam, namun kau entah dimana.
kembali kumaknai puisipuisi yang terlahir antara langit dan bumi
aku masih menunggumu di sudut kedamaian yang senantiasa
mengantarkanku tidur di kelelapan mimpi bersama bungabunga

"aku takkan pernah bosan mencarimu dalam nadiku"

(kupersembahkan untuk mu dalam pencarian ku)

Sunday, February 22, 2004

malam satu muharram

: pandu abdurahman hamzah

langit kembali mengulang sejarahnya
yang berkilatan di udara. kemballi aku
membaca kisah di satu malam, dimana
rembulan telah menggenapkan usianya.
merkuri yang menjadi maya dimataku,
karena cahaya abadi adalah matamu,
membuat satu muharram adalah cinta
yang tak berkesudahan.

seluruh jagad tengah menulis
pada lembar terakhir diarynya
–perjalanan panjang melewati likuliku
sungai hidup yang terbentang.
menulis kembali petualangan baru pada
lembar yang masih putih, seputiih awan
pada di suatu pagi, dimana wajahmu
menghiasi gumpalannya.

ada yang ditulis seekor semut pada awal
hidupnya tahun ini, “cinta adalah sayap,
terbang menggapai langit bahagia!”

sedang aku, masih berdiri disampingmu.
menatap langit tanpa kacamata.

Friday, January 16, 2004

hidup bagiku

hidup adalah pilihan kata orang.
bagiku, hidup tak lebih dari perjalanan panjang
melewati cuaca dan musim, membaca peta
dalam badai, menjelajahi ribuan kalimat
dan hurufhuruf rindu.

di luar jendela, rantingranting beku dalam diam,
termenung diantara hirukpikuk kota. melafalkan
syahadat bersama riang burung yang bernyanyi.
warna yang biru, cahaya yang membusuk
termakan usia dan jarak dibakar sepi
dan airmata.

tak ada lagi hidup,
ketika seluruh benda dimakan makhluk
bernama maut.

Tuesday, January 13, 2004

sajadah rindu

hidup tak lebih berharga ketika aku sekarat
di atas sajadah rindu yang kau bentangkan.
nafsu dan keinginan adalah cinta yang mengalir
pada segumpal kerinduan, yang dibangun dalam
sepi, dimana aku menjelma kupukupu, terbang
menuju diammu yang biru.

“aku sudah renta berpuisi, tapi aku rindu!”
teriakmu pada tengah malam yang basah.

tak ada rindu yang terpaksa, sebab rindu itu
yang memaksaku menukar sepi dengan wajahmu.
membuat silouet kecemasan yang melintas pada
jendela dalam sebuah ruang batin yang masih
terkunci, menunggumu mengetuk pintu.

Friday, January 09, 2004

hidup adalah penantian

pagi yang terbakar di sudut ruang,
menghitamkan dindingdinding cahaya,
arang yang membeku dalam udara,
mengendapkan dingin dalam hati.

“apa yang terjadi, terjadilah!”
suara burung memenuhi langit
dengan gema dan gaung.

“hidup adalah penantian!” katamu
di satu malam, saat perbincangan berbagi
resah itu meletus dalam sunyinya
seorang lelaki.

mari kita bergulat dengan matahari!
hijau rumputan di belakang rumah,
masih menyimpan ribuan kisah
tentang hari esok dan lusa.

masih menanti.....:d

Tuesday, January 06, 2004

untukmu

rasa rinduku padamu adalah ribuan jarum
yang memburu ubunubun. begitu tajam,
menusuk, merasuk, menembus sampai
ke jantung

rasa cintaku padamu adalah kesadaran
yang dibangun pada pagi dan senja.
sebuah bentuk harapan dari seribu satu
keinginan

rasa yang kumiliki adalah hanya untukmu
**(4 someone yg jauh di sana)

Friday, January 02, 2004

2004

semua berubah. laksana aliran sungai
arus deras semakin jauh membawa kisah
kau dan aku telah melewati harihari
bersama derasnya arus rindu

di mimpi mana kita bertemu?
memburu peluk, melepas jarak
sebagai satusatunya kesedihan
yang berdiam dalam diri

menarilah kekasih! kita hapus segala luka
kita terjang seluruh badai
kita bercumbu pada gelombang pasang
tempat cinta dan rindu bersatu jadi hantu
menjadi satu dalam laju waktu

hari pertama di tahun baru
peluk aku dan ucapkan kalimat cinta
paling panjang yang kau punya.
Hadie's